Monday, August 25, 2003

''Suntinglah Aku dengan Hatimu, Febby''
Ngomong-ngomong soal BOM MARRIoTT, ternyata membuahkan kisah Romantis dan mengharukan. Dia adalah Febby Firmansyah. Pegawai marketing yang kala itu sedang menjamu tamunya di hotel itu ikut menjadi salah satu korban ledakan bom. Sang teroris mungkin tak tahu, Febby berencana ingin mengakhiri masa lajangnya, persis 16 Agustus lalu, dan sang permaisurinya adalah Delirathnasari. Tetapi, bom bicara lain. Tepatnya Di ICU Luka Bakar RS Pusat Pertamina, tempatnya dirawat, ada cerita seru. Sepotong puisi ikrar kesetiaan cinta pun tercipta....

''Febbyku sayang,
Aku mau hari ini menjadi hari di mana aku berikrar setia padamu
Biarkan aku bersumpah...
Meski dengan dini

Izinkan hatiku dan hatimu menjadi saksi
Dan penghulu dari ikrarku
Ketabahan, kekuatan hati dan senyummu
Yang pantang menyerah,
Menguatkan semangatku siang-malam

Calon suamiku tercinta,
Tataplah aku,
Beri aku anggukanmu
Biar aku tau
Kau telah menyunting aku dengan hatimu"


Jakarta, RSPP, ICU Luka Bakar,
Kamar 288, 16 Agustus 2003
Delirathnasari(AYI)

weihhhhhh....



Ngga keurus ni blog.. sedih dee..
gue sendiri gi sibuk ngurusin athenian dah buat themes baru...sendiri.... :)

kapan ya bisa nulis lagiii...

Saturday, August 16, 2003

081338772242 .........
Sekedar pengumuman, Kalo Nomer gw sekarang udah diganti... soalnya keisengan sodara gw, walaupun bule tapi bego nian, rusakin nomer gw yang lama. Kemaren sempat marahin dia dengan bahasa inggris yang pas-pasan, tapi lumayanlah dia bisa ngerti dan sebagai gantinya dia rela nyerahin Topi kesayangannya hohoho kesian sih tapi ndak apalah lagian kenang-kenangan buat gw. So.. sorry lagi gw umumin disini, nga tau siapa aja yang kenal gw, tapi klo sms tolong sebutin nama ya. Klo nga aku nga save en nga di gubris :P hehehhe :D

Monday, August 11, 2003

New



HTTP://DEVELOPER.JEWELSOFBALI.COM

U CAN REGISTER IF U WANT

Saturday, August 09, 2003

Bingung...


mo diisi apaaa coba...

Tuesday, August 05, 2003

Heheeheh, aku di invite yeee :D. Okeh rip makasih banyak man. Entar aku nulis disini bukan sekarang yah. Soalnya gw lagi buru² :D

Monday, August 04, 2003

Jago Ngegombal



Ternyata gue jago ngegombal....mesra abis, dibawah ini email yang pernah gue kirim 2 tahun lalu ke seseorang, jauh sebelum ketemu Monik dan kawan lain.... :

Hehehhehehehhe...
Assalamualaikum Wr. Wb,..
Bagaimana khabarnya ###### sayang?? dah siap berangkat yah? Dah siap
dengan semua yang diperlukan?
Mungkin Obat Anti Mabok, atau keperluan lainnya selama diperjalanan?
Ingat lho, perjalanan jauh, butuh stamina yang prima dan fit. Aku gak
akan Happy kalo misalnya nanti denger kabar ###### sakit atau nggak enak
badan sesampainya di Jakarta. Ok sayang? jaga Kesehatan.

Nanti, sesampainya di Jakarta aku harap ###### segera memberi kabar ka
Aku, dan cerita semua pngalaman yang menarik selama perjalanan. Pasti
menarik yah,..menempuh jalan panjang lewat laut,..terapung disana dan
berdiri di halauan diterpa angin laut yang membelai lembut rambut
lembutmu. Akan bahagia sekali rasanya jika aku disana berdiri disampingmu,
bersama menatap kedepan dan membelai rambutmu serta menyongsok mentari pagi
bersama. Aku merindukanmu, merindukan hadirmu dalam hidupku. Bagaimana
dengan ######? Berperasaan sama? Syukur jikalau iya jawaban yang kamu
sampaikan. Jika sebaliknya, aku tetap berbahagia demi kebahagiaan engkau
sayangku.

Di Bali, dalam beberapa hari ini kan berlangsung hari raya
Nyepi,..yah,..Nyepi.
Seperti namanya ia berarti ssatu ibadah bagi umat Hindu untuk melakukan
ibadah yang dikenal sebagai Panca Brata Penyepian. Lima jalan yang
ditempuh dalam ibadah itu, berupa pemusatan pemikiran pada ibadah berupa
tidak melakukan berbagai kegiatan seperti tidak menyalakan api kala
malam(lampu), tidak bepergian, tidak menikmati hiburan, tidak makan/minum
(puasa) dan tidak bekerja. Dalam prosesinya dilakukan beberpa tahap
upacara antara lain melasti ke pantai sehari sebelumnya, yakni kegiatan
pembersihan diri dari segala hawa nafsu buruk.
Begitulah, dalam upacara sebelum penyepian pun dilakukan satu tradisi
ritual berupa pembuatan ogoh ogoh. ogoh ogoh ini berupa patung yang
terbuat dari kertas yang melambangkan sifat sifat buruk manusia seperti
raksasa yang penuh hawa nafsu, bunatang binatang yang merupakan simbol
keserakahan manusia, dan hal hal buruk lainnya. Ogoh ogoh ini diarak
keliling desa untuk kemudian dibakar sebagai simbol pembakaran dan
penghancuran sifat buruk itu. Itu merupakan awal dari hari nyepi,..selama 24 jam
setelahnya. ketika Nyepi tiba, semua orang berdiam diri di
rumah,..mengkhusyu kan diri beribadah danmenghibdari berbuat hal hal yang dilarang
agama. Sepanjang jalan sepi, tak ada suara kendaraan bermotor, tak ada
suara gaduh,. tak ada siaran radio semuanya sepi semuanya
tenang.Hening,...banget.
Dan selama sehari itu, kenikmatan hidup begitu terasa karena
keheningannya. Aku selalu merasa happy ketika itu, karena memang sudah sebel sama
suasana kota. Bahkan aku merencanakan nantinya aku nyepi di desa tempat
aku KKN doeloe yang rasanya sudah seperti rumah kedua bagiku. Berkumpul
bersama pendusuk desa, bersama orang orang yang berfikir sederhana dan
hidup dengan kesederhanaan.

Bagaimana dengan ######?
suka gak sama suasana yang sepi, tenang dan teduh?
Klop rasanya kalo emang cocok,.hehehehhe,...
###### tau gak, bulan ini, maret, di Bali begitu penuh dengan perayaan
hari raya. Dimulai dengan hari raya Galungan, Kuningan dan tanggal 25
nanti hari raya Kuningan. Dan kalo boleh sedikit cerita aku kan cerita
bagaimana aku sama temenku, pas manis galungan yang lalu berkunjung ke
desa KKn ku itu.


Nah,..
pas manis galungan itu (sehari setelah hari raya galungan),...aku jalan
jalan ke desa tempat aku dulu KKN, desa Pohsanten, Mendoyo di Bali
Barat.

Aku kesana berdua,..dengan kawanku yanga anak batak si Parapat. Dari
denpasar kami berdua melakukan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor
kesayanganku yang..kemana mana
selalu menyertai...dan kalo ###### nanti ke Bali, kemana mana kelak kita
kan bersamanya.

Dua jam perjalanan kami tempuh, dari denpasar menuju mendoyo.
Perjalanannya gak mulus karena dari dalam kota sampai
daerah Tabanan, perjalanan terasa begitu berat karena macet. Dimana
mana orang pengen menikmati hari liburnya dengan
jalan jalan. Baru deh, setelah lepas tabanan, kami bisa memacu motor
dengan kecepatan penuh.

Sampai di negara,.kami langsung menuju rumah kepala dusun, dan disambut
dengan penuh kehangatan.
seneng banget rasanya. Kami ngobrol banyak,.panjang lebar,,...saling
tanya kabar satu sama lain,..juga tentang kabar kawab kawanku yang
tak bisa ikut kesana. Lama kami berbincang disana,..sampai akhirnya
kami,...(aku,Kadus, parapat) jalan menuju rumah lain seorang warga,..
yang bagi kami yang KKN dulu dianggap bukan lagi orang lain. Sudah
kayak sodara sendiri,.gitu.
O`ya...nama kepala dusunku itu pak Putu, dan yang kami tuju sekarang
adalah pak Budi.
Disana, pun kami disambut dengan ramah,.dan dengan cepat kabar
kedatanganku bersambung ke beberapa "semeton"lain,,..
yang menyampaikan kedatangan ku berantai.
Wowwwwwwww,..
rasanya cool banget disambut begitu.....dengan kesederhanaan dan senyum
tulus.....
Menariknya,..
Pak putu punya ide "gila", dengan membeli ikan di pantai perancak yang
tak jauh dari sana,..
dan manggang ikan,, sambil ditemani beberapa botol beer.....kita enjoy
disana.....!!!!!!( Jujur aja, aku suka aja minum bir)
Beberapa warga yang melintas,..sekedar basa basi,.atau juga ikut serta
dalam tongkrongan itu...
berhenti dan ikut menikmati beer dissana. Dan,,.begitu ikan panggang
itu kelar,..
ramai ramai kita menyantapnya. Wahhhhh,...bener bener nikmat deh......
ikan kerapu panggang,..sama ikan laut lain,..dibumbui sambel terasi
sederhana...tapi pedes,,..
juga daun kemangi yang sedap.....
nikmat banget............terasa sekali aroma desanya yang kental,..yang
serasa tak ada beban...lain.....

Sampai hari merangkak menuju malam,..
kami mengkahiri acara indah itu dan melanjutkannya di kali.....
mandi barengggg.......ehhehehheheheh...
kebayang gak???
di kali,..disuasana gelap,..banyak orang,..(sekitar 10 orang), mandi
bareng disungai.
Kesemuanya tanpa bungkus sehelai kain pun. Hihihiihihhihi,.....
jangan dibayangin deh...........rame abissss...
sambil ngobrol "ngalor ngidul", kami berendam,,,..menggosok
kaki,..badan .........menikmati cahaya rembulan dan dinginnya aliran sungai
dangkal itu.
Asyikkkkkk banget. Suasana yang jarang sekali aku rasakan,.. susana
yang hanya dapat dirasakan di desa desa.

Seusai dari sana,..kembali perutku dihajar campuran arak dan
beer,..yang membuatku sempoyongan.
Sekedar info,..yang namanya arak dan beer di Bali,..bukan barang yang
susah ditemui. Di banyak tempat,..sangat mudah menemukannya.
Makanya,..kemana mana aku melangkah dirumah penduduk,..terutama jika
yang aku kenal itu cowok,..pasti deh Beer atau AraK. Nggak jauh dari itu.

Tak terasa,..
dua hari aku disana,...
semua terasa begitu cepatnya,..
dan detak detak waktu aku lalui dengan perasaan yang teduh,..
yang bahagia,......
seneng banget......dapat merasakan kesejukan desa,...keramahan dan
keiklasan senyum mereka,..
dan,..aku ingat pernah baca satu tulisan tetua,..bahwa,..desa merupakan
satu tujuan akhir banyak orang indonesia,..terutama mereka yang ada di
kota,..
mereka kan berkata, "kelak,..kan kuhabiskan masa tuaku di desa,..di
kampung halaman yang sejuk dan rindang".
###### kepikiran kesana???
aku banget banget!!!
pengen banget rsanya,..bisa menikmati hidup yang teduh di desa yang
tenang dan damai,.....
dan kalo dipikkirrrr,..
di desa ini lah,.ruh..dan spirit bangsa indonesia berada,..
penduduk desa yang terabaikan oleh derap
pembangunan,..justru,...pemegang alur kehidupan...
######,..
sampai disini dulu yah sayang....
lain kali cerita yang lain,..sepulang aku dari sana, dari pohsanten.
Tunggu aja yah sayang...
muaaaaaach..
############
arif


heuhehuheue gombal abis..........


Email



Ternyata gue pernah kirim email ke dosen dan dibales inline.... ini dia:

From: arif nofiyanto
To: saraswati@unud.ic.id ; teknik@unud.ac.id

Date: Thursday, July 20, 2000 10:54 AM
Subject: Selamat Untuk Web Site-nya

Terima kasih atas emailnya
Anda bisa lanjutkan membaca komentar saya di bawah ini



>Hallo, Ibu....
>Saya salah satu mahasiswa FT Unud yang baru saja buka
>website unud.
>Kesan pertama saya KOK SEPI?
>Soale beberapa kali saya sudah masuk ke web univ lain,
>mereka bagus2 lho.....jadi iri....
>Trus, kalo boleh tau apa se, kendalanya disini?
>Apa kurang peminat?
>Saya pikir nggak juga,banyak mania internet yang saya
>kenal di kampus ini. Atau minimnya dukungan
>universitas?



Hey, kenapa anda tahu saya ibu / salah satu ibu dosen.
web site ini ada tanpa SK dan Tanpa Dana. Dengan kata lain lahirnya
atas
usaha sendiri yang mandiri karena ingin berbuat sesuatu. Setelah lahir
dibantu oleh Fakultas untuk penyewaan space di ISP. Tentu saja anda
juga
dapat berbuat sesuatu dalam pengisian materi yang dapat
dipertanggungjawabkan oleh dosen pengasuh mata kuliah anda. Hal ini
juga
dilakukan di Univ lain seperti ITB.



>Ya, saya pikir, yang terakhir inilah
>jawabannya....padahal, rektor dari dulu ngomong soal
>persaingan bebas, tapi nyatanya?
>Ah, ibu tau sendiri lah....
>O' ya Bu, boleh saya tau pendapat ibu tentang
>perkembangan FT sekarang ini?
>Kalo saya se, sederhana saja.....memandangnya....dan
>begitu sederhananya, jujur saja saya nggak berharap
>dapat apa2 dari kampus ini. Selama hampir 4,5 taon
>saya kuliah di sini, nggak membuat saya berfikir
>cerdas....saya mungkin cuma robot yang diprogram untuk
>paham beberapa rumus yang itu akan saya selesaikan
>nanti di ujian.
>Ngenes rasanya, terlebih ketika saya banyak
>berkorespondensi dengan teman2 dari univ lain, rasanya


hal ini harusnya anda lakukan penelitian, jangan hanya dirasa. Dari
hasil
akreditasi ternyata grid Teknik Unud di tingkal nasional tidak
mengecewakan.
Anda dapat tanya ke PD I atau PR I.
Dari hasil yang saya dapat di ITB (S2 saya di ITB), Mahasiswa pasca
sarjana
asal UNUD selalu selesai tercepat dengan IP tertinggi. Saya dengan di
ITS
juga demikian.
Yang perlu saya komentari terhadap diri anda adalah berbuatlah sesuatu
untuk
mengisi diri anda sendiri dengan mandiri tanpa tergantung orang lain
baik
itu dosen. Sikap ini akan anda butuhkan bila telah terjun ke
masyarakat.
Anda harus mampu membuka lapangan kerja sendiri. Lakukan kerja paruh
waktu
baik selama linuran atau sebagian waktu kuliah tanpa mengganggu kuliah
baik
absen maupun nilai karena IR / arsitek merupakan gelar profesional
(sama
dengan dokter yang memerlukan 2 tahun tambahan untuk gelar tersebut).
Bagaimana dapat menambah wawasan bila sepenuh tahun untuk kuliah
(3semester
termasuk penyegaran).



>teknik kita ini perlu dipermak abis.
>Bu, sorry ya, kok jadi curhat....
>Abisnya saya nggak tau email pak Bud, Pak Dana, atau
>pak Yansen. Tapi jujur aja saya salut sama pak
>Bud.....
>Dia banyak buat gebrakan selama jadi PD I. Sesuatu hal
>yang mungkin tak akan pernah terjadi jika bukan pak
>Bud yang satu ini. Mulai dari pengeluaran nilai dosen,
>ampe kul penyegaran........



Kuliah penyegaran sebenarnya merupakan penyimpangan. Untuk ini perlu
sosialisasi atas program tersebut. Juga perlu diperhatikan perihal
program
menuju otonomi pendidikan di tingkat jurusan, yang mana belakangan ini
yang
menandatangani daftar pelajaran dan nilai adalah ketua jurusan. Bila
jurusan
bersedia melaksanakan sesuai dengan persetujuan rapat jurusan makan
program
penyegaran dapat dilaksanakan.
Maka oleh sebab itu masing-masing baik PD I maupun Ketua jurusan
membuat
suatu usaha yang tidak memaksakan kehendak, yang membuat bahagia semua
mahasiswa. Dilain pihak mahasiswa jangan membuat pernyataan (pada waktu
open
talk) bahwa penyegaran itu membeli nilai. Oleh sebab itu banyak dosen
tidak
terima dan mengatakan tidak siap melaksanakan penyegaran.




>Ya, kekurangan nya mungkin pada tingkat performa yang
>sering terlihat sok tau.


Oleh sebab itu perlu belajar teknik komunikasi yang baik untuk menjadi
orang
bijak ataupun orang pandai yang diterima di semua tempat



>Bu, jujur aja, saya nggak tau, email ini akan sampe
>apa tidak atau siapa yang baca.....
>Apa yang saya sampaikan disini ya....apa yang ada
>dalam batin saya..........
>Ibu mungkin nggak tau saya, tapi banyak dosen dan
>petinggi kampus tau saya......:)


jangan sok terkenal OK



>So,...
>saya pikir harus segera disudahi....
>Trims telah membaca ini.....
>Arif
>sipil
>
>

Anda dapat bersurat selanjutnya untuk para bapak / ibu dosen. Tetapi
sangat
bijak bila anda dapat berkomunikasi langsung dengan beliau-beliau
tersebut
dalam suatu pertemuan sehingga tidak setiap orang harus diberi
penjelasan
masing-masing

terima kasih
redaksi
______________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get Yahoo! Mail – Free email you can access from anywhere!
>http://mail.yahoo.com/
>
** Pengumuman (juga) **

Ada yang punya obat buat 'ngatasin stress??? Tell me!!

Sunday, August 03, 2003

Pengumuman SPMB



a. Hasil ujian akan diumumkan pada bulan 4 Agustus 2003
b. Apabila terjadi perubahan tanggal pengumuman, akan diberitahukan lewat media massa
c. Pengumuman penerimaan mahasiswa baru bagi yang diterima pada program studi tertentu akan disampaikan melalui :

1. Koran Pengumuman
Diedarkan oleh Panitia Lokal pada bulan Agustus 2003
2. Lembar Pengumuman
Ditempelkan oleh Perguruan Tinggi Negeri pada bulan Agustus 2003
3. Homepage SPMB 2003 pada 3 Agustus 2003 jam 18.00 WIB
http://www.spmb.or.id


Selamat!

Peserta dengan nomor 2032113129 diterima di program studi 224743.



== sahabat ==

Yang namanya sahabat tuh.. relatif....
Sahabat yang mana yang di minta ?

Artinya....
Pas tiba saat nya kita bisa di dengarkan.. kita bisa menjadi raja di pikiran orang itu... kita merasa dia sahabat.. karena dia selalu sejalan dengan kita... kita terlalu mempercayai nya....

Tapi di lain waktu... karena suatu hal juga.. yang namanya sahabat tuh jadi "enemy" dalam artian tidak sejalan lagi... lambat laun kita menjauh... dan akhirnya tidak pernah bercerita lagi... yang kemudian membuat kita mengenal orang baru lagi.....

Dan begitulah seterusnya.....

Pada dasarnya.. kita tuh ego nya ketinggian.. mintanya di mengerti saja....

Kalau kita mencoba mengerti... andai aku jadi dia.... gimana ya?.....

Wanna know somethin?

Sahabat ku ya hatiku....
Kemana ku pergi kuturuti kata hatiku....

:)

Saturday, August 02, 2003

sebuah statement...



Dua pesan masuk. Berturut-turut begini bunyinya:

1. kamu percaya sahabat itu ada? aku tidak :(

2. kamu percaya ada orang yg bisa dan tulus menerima kita apa adanya? aku tidak! pengalaman mengajarku berfikir begitu....

My Resume :

1. I say,"Takkan Rosul memanggil orang-orang terdekatnya dengan panggilan Sahabat Jika Sahabat itu takpernah ada.

2. I say,"Cari Lebih Banyak Pengalaman!"

Thursday, July 31, 2003

madya....



innalillahi wainailaihi rojiun, telah pulang ke rahmatulloh temen kita bernama madya aka wongedan, semoga amal kebaikan nya di terima disisinya .. aminn..

Insomnia.....



Tiga minggu ini gue ga bisa tidur malam.... ngga ngantuk juga... huehuhuehe nyebelin kan.... efeknya badan cape dan pikiran melayang kmana-mana..... korbannya, yang no hpnya ada di gue... hehehhee.....

Wel, smua harus diatasi...segera. ada ide? Gimme advice pls...

:)

Wednesday, July 30, 2003

Kenapa yah, kita sering kali menjadi bijak jika 'ngedengerin orang curhat. Kalimat-kalimat penambah spirit, lancar mengalir dari bibir kita. Dan jika mereka yang curhat itu bilang :" Gue nggak bisa! Elo nggak ngerti sih masalahnya! dan bla.. bla.. bla..." kita berpikir bahwa mereka itu cengeng! Kita juga merasa bahwa mereka cuma orang-orang yang lemah, yang cuma mampu bermain dengan perasaan, nggak pernah mau pake logika! Kita selalu merasa bahwa kita lebih kuat, bahwa kita lebih bisa melihat permasalahannya dengan jernih, lebih bisa berpikir logis, lebih segalanya....

Hm.. tapi pernah kah kita berpikir -sekali saja dalam hidup kita- apakah kita juga cukup bijak melihat permasalahan kita sendiri?? Apakah semua kalimat yang kita sampaikan kepada orang lain, telah mampu kita terapkan terhadap diri sendiri? Apakah kita cukup kuat, sehingga mampu menepiskan keinginan gila -untuk bunuh diri misalnya- ? Apakah bukan sebaliknya, bahwa ternyata kita ini lemah??

Kita memang jarang -kalo nggak mau dibilang tidak - bisa bijak terhadap diri sendiri! Tapi nggak ada salahnya kalo itu dimulai dari sekarang, dari hari ini! Seperti yang gue pengen juga lakuin...

Thursday, July 24, 2003

lagu lagu yang lagi gue suka



huehuhueuehe norak banget nee... ngepost lirik lagu... egp ah....

Johan UntungM

Gubahanku



kutuliskan lagu ini
ku persembahkan padamu
walau pun tiada indah
syair lagu yang kugubah

kuingatkan kepadamu
akan janjimu padaku
duhai gadis pujaanku
jangan kau tinggalkan daku

*
walau apa yang terjadi
tabahkan hatimu slalu
jangan sampai kau tergoda
mulut manis yang berbisa

setahun kita berpisah
sewindu terasa sudah
duhai gadis pujaanku
cintaku hanya padamu

(Repeat *)

cinta...ku...hanya...padamu...


Young Favourite

Jangan Pernah Berkata Benci



bagaikan malam tak berbintang
tanpamu disisi slalu
bagaikan bunga tak tersirami
ku kan layu...
lunglai tak berseri

*
jangan pernah berkata benci...
padaku...
jangan pernah berkata kau akan....
tinggalkanku...

sayangi daku selama-lamanya
setiaku semakin nyata
semoga cinta antara kita
tiada satu penghalang menimpa

(Repeat *)

(Repeat *)



Wednesday, July 23, 2003

Bukan dongeng Terindah Tentang Cinta (3)



Denpasar, 13 Mei 2002, Usai Nyepi.

Ale. Begitu singkatnya namaku. Secara berseloroh, kawan-kawanku sering mempelesetkannya sebagai Anak Leak. Aku adalah Anak Lelaki. Tentu saja aku lelaki. Diselangkanganku terdapat sepotong tongkat mini yang ujungnya tumpul berlubang. Sebentuk tongkat yang unik, karena ia bisa mengeras, membesar dan kemudian kembali mengendur. Tergantung situasi yang ada. Yang rada mengherankan, tongkat mini ini selalu mengeras tiap pagi juga diwaktu waktu lain ketika ada sesuatu yang inda melintas didepan mata.

Dengan sebatang tongkat mini ini, kelak seorang lelaki kan terbukti apakah ia lelaki sejati atau bukan. Apa hubungannya? begini. Banyak adagium tentang kesejatian lelaki. Misalnya bahwa lelaki sejati adalah mereka yang pernah menaklukkan berbagai puncak gunung, mereka yang merokok merk tertentu, mereka yang banyak gonta-ganti cewe. Tapi bagiku, bukan itu. Yang menjadi penentu kesejatian seorang lelaki adalah bisa tidaknya ia membuat hamil perempuan. Bukankan ujung-ujungnya disana? Dan tentu saja, berkat kerjasama yang erat antara si tongkat mini yang sering nakal dan lawannya yang merekah itu.

Ale, anak Lelaki yang kini berada dalam tahap awal kedewasaan. Belum sepenuhnya dewasa, karena aku merasa bahwa untuk bisa dikatakan dewasa, selain tidak lagi berperilaku kekanak-kanakan, seseorang musti hidup dengan sebuah kemandirian dan kematangan mental untuk menghadapi perubahan hidup. Aku merasa belum berada pada level itu. Beberapa perubahan dan tantangan hidup terkadang kuhadapi dengan tangan terkepal namun tak jarang juga aku hindari dan melarikan diri darinya.

Semua tergantung situasi dan kalkulasi. Bukankah tiap permasalahan bisa diperhitungkan? O`..lebih tepat ditimbang-timbang. Timbangan baik-buruk, untung-rugi, dan kemampuan diri. Kalau memang sebuah masalah bagiku bisa dihadapi dengan kemampuanku sendiri dan perhitungan lain tanpa emosional, tentu akan kuhadapi. Sebaliknya, jika semuanya tidak memadai kurasa lebih baik menghindarinya. Jeleknya tak jarang pula, yang kulakukan bukan keduanya tapi satu yang terakhir. Melarikan diri. Ini sebenarnya pilihan kecut namun acapkali ini juga adalah pilihan terbaik.

Apakah ini berarti sebuah karakter yang tidak punya konsistensi? Kurasa tidak juga. Menghadapi persoalan tanpa persiapan hasilnya adalah sebuah kebodohan. Menghindari masalah bukan berarti tak berani menghadapinya, namun dibutuhkan persiapan untuk menghadapinya. Tentunya diwaktu yang lain. Yang paling unik terkadang adalah kondisi yang memaksa dan tak terduga. Mau tak mau harus dihadapi, karena untuk dihindari apalagi ditinggalkan pertaruhannya cukup besar. Harga diri misalnya. Yah.

Pada akhirnya, kembali pada sosok yang menghadapi persoalan tersebut. Bagaimana sikap, kesiapan dan pengalamannya. Masing masing orang, punya pembenaran dan pembelaaan atas alasan dan tujuan yang ia pilih.

Denpasar usai hari raya nyepi masih terasa lengang. Banyak warga kota mudik ke kampung halamannya untuk merayakan hari raya in bersama keluarganya. Hari raya nyepi merupakan sebuah hari raya yang terbilang unik. Ketika hari raya Nyepi tiba, kota Denpasar dan tempat lain di pulau Bali sepi. Lengang tanpa suara. Tak ada gemuruh suara knalpot yang meraung-raung mengebulkan asap, tak ada hingar-bingar orang berlalu lalang. Sunyi, sungguh sunyi. Kalaupun ada suara kendaraan melintas di jalan raya, bisa diyakini itu adalah ambulance atau kendaraan untuk sarana darurat lain. Untuk kendaraan-kendaraan itu, memang diberi ijin khusus untuk tetap beroperasi sesuai kebutuhan.

Malam harinya, semua gelap. Tak ada lampu yang menyala, kecuali nyala lilin untuk rumah tangga yang mempunyai bayi atau karena situasi khusus yang membutuhkan penerangan semisal ada orang sakit. Suasana hari raya itu begitu khusuk. Walau memang tak bisa dipungkiri terjadi satu-dua pelanggaran karena memang tabiat manusia yang suka melanggar aturan.

Hari belum begitu siang, ketika aku pergi ke wartel untuk nelpon Shelma di Jogja. Ada kerinduan yang memuncak dalam ubun-ubun kepalaku untuk sekadar mendengar suaranya. Dering bunyi telepon berbunyi diseberang sana. Seorang ibu menjawab dan memberitahukan bahwa Shelmaku sedang terlelap dalam tidurnya.

Adakah Ia memimpikan diriku? Bagaimana rupaku dalam mimpinya? Segagah aslinya? Semoga saja. Aku masih belum tau banyak tentang kekasihku ini. Kami saling mencintai tanpa basa basi. Berhubungan cinta kasih tnpa pernah berjumpa. Kesemuanya itu lewat sebuah media interaktif yang sangat memukau diriku. Internet.

Yeah. Ketika berada dalam lingkup itu, semua terasa begitu luas, besar dan tanpa batas. Menjadi siapa saja bukan sesuatu yang sulit. Sebaliknya, yang sulit adalah menjadi diri sendiri seutuhnya. Terlebih melalui pogram relay chat yang populer seperti mIRC. Komunikasi melalui text tak jarang mendistorsi siapa kita, bagaimana kita. Maka kurasa, tantangan terberat bergulat dalam dunia itu adalah menjadi diri sendiri. Bisakah seorang Ale tetap apa adanya Ale walau hidup di dunia cyber? Aku menjawabnya bisa. Aku telah mencobanya dan aku menjadi diriku sendiri.

Sampai satu ketika aku bertemu Shelma, dirikulah yang muncul. Ia pun begitu. Ditambah berbagai kebetulan yang mengiringi, dan dengan kedalaman tekad aku bertekad menyatukan semuanya dalam sebuah tali cinta. Agak sulit menggapainya pada awal mula aku mendekat, namun pada akhirnya aku meraih hatinya. Sungguh ini sesuatu yang luar biasa, ketika aku menghadapi rencana kerja mempersiapkan sebuah tabloid bersama kawan, aku bertemu dengannya yang juga mantan aktivis pers kampusnya. Disaat yang sama batinku membutuhkan sentuhan lembut intuisi perempuan. Aku menemukan semuanya pada diri Shelma.

***


"..if he love you....
....like I love you....."

When we dance. Sting melantunkannya dengan penuh perasaan. Lagu itu mengalun lembut dari komputer dalam ruangan 4x5 meter persegi, sebuah warnet yang menjadi langgananku. Situasi warnet yang sangat personal dan hening membuat lagu itu terasa beda untuk di nikmati.

Sebuah komputer berprosesor pentium 233mmx ada dihadapanku. Sebuah mesin kecil yang telah merubah wajah dunia. Wajahku juga. Sering aku menjadi pucat karena berlama-lama berinteraksi di dengannya. Sampai saat itu, aku belum memaknai makna yang tersirat dalam lagu itu.

Keadaan berubah 180 derajat satu jam kemudian. Perasaanku yang sejak malam sebelumnya gelisah dan When we dance yang dilantunkan Sting rupanya sebuah pertanda akan sebuah perubahan yang besar.

Shelma dijodohkan orangtuanya dan Ia menyetujuinya tanpa mampu mengelak.
Entah kenapa. Padahal, hari yang sama ketika kami jadian, Ia pun menuturkan bahwa ia sedang dilamar oleh keluarga kawan ayahnya namun ia berani menolak.

"Semua diserahkan pada Shelma untuk mengambil keputusan,"katanya pagi itu.

Aku hanya bisa bergumam dalam hati,

"Ya Tuhan, dimanakah engkau kini? Ujian apalagi ini?"


Terbayang situasi yang dihadapi Shelmaku. Tentu telah terjadi sesuatu yang luar biasa hingga Ia tak mampu menolaknya. Ini yang aku belum tau. Kupandangi fotonya di web kesayanganku. Terbayang ia menangis. Mata indahnya basah, sembab. Gejolak emosiku meluap. Aku akan menjemputnya. Tak ada kata lain.Aku tak ingin meninggalkannya sendiri, aku tak ingin melarikan diri dari masalah ini.
Bukankah jika kami bisa bertemu, kami dapat menghadapinya bersama-sama?
Bukankah ada pepatah berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing?

Semua itu ada tentu bukan tanpa alasan. Dalam pikiranku, ketika kami bertemu nanti, kami bisa bahas banyak alternatif pemecahan masalah ini bersama-sama.
Bahkan jika perlu menghadapi Ayah Shelma untuk mengutaran perasaan kami sebenarnya. Orang tua manapun, tetap adalah manusia yang masih bisa diajak bicara. Orang muda mungkin emosional, tapi tidak selamanya salah. Perubahan selalu ada di kamum muda. Dan itu telah kusampaikan padanya. Shelma berkeras melarang, namun terlambat dan tak lagi berguna. Aku telah mengambil keputusan.

Warnet itu segera kutinggalkan. Hatiku bergejolak. Tornado kesayanganku kupacu penuh emosi. Lelaki manakah yang akan terima kekasihnya dijodohkan dengan orang lain? Tamparan yang terasa amat perih di hatiku.
Eh, emangnya hati bisa ditampar?

***


Stasiun Lempunyangan, dua hari kemudian.

Stasiun lempuyangan terlihat ramai pagi itu ketika kakiku menginjakkan kaki untuk
kali pertama aku menjalin cinta dengan Shelma di jogjakarta. Situasi di stasin itu tak jauh beda dengan keebanyakan stasiun lain di berbagai kota di bumi pertiwi ini. Sepanjang peron stasiun dipenuhi pedagang jajan dan oleh-oleh khas kota ini.
Disini, bakpia bathok menjadi menu utama. Di semarang, jenang kudus dan wingko babad. Selalu ada yang khas di setiap tempat yang aku singgahi.

Pagi tadi di surabaya, ketika aku transit dan kereta mutiara timur yang berakhir di stasiun gubeng dan hendak melanjutkan perjalanan ke Jogja, aku sempat meelpon Shelmaku. Apa yang aku dengar tak jauh berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya. Memintaku untuk tidak berangkat dan tadi pagi, memintaku membatalkan perjalanan ke jogja ini. Ia berkeras ingin menghadapi semuanya sendiri. Huh, mana bisa? Bagiku, sekali langkah diayunkan, pantang aku tarik mundur kembali. Aha. Aku jadi ingat komentar seseorang yang kuanggap kakak di semarang, Mbak Herny.

Mbak Herny pernah bilang,
"kekeras kepalaan yang ada padamu..bisa dipositifkan sebagai sikap pantang menyerah..."
Kata-kata yang selalu kuingat...bahwa aku ga boleh gampang menyerah.
Sekeras apapun tantangan yang kuhadapi.

Pagi tadi pula, ketika nelpon itu, kembali kupertegas, bahwa aku tak akan surut melangkah.

"Aku akan tetap mencarimu Shelma...." Kutegaskan padanya.

Yah. Hanya ketegasan yang memperkuat nyaliku, yang jujur saja terasa tercabik-cabik. Sebelum kepastian keberangkatanku ke Jogja ini, beberapa kali kami saling kontak. Aku sempat menunda perjalananku sehari. sebuah masalah vital menghadang. Ketiadaan biaya. Aku terhitung sangat boros dalam banyak urusan satu ini. Tapi selalu menemukan jalan untuk smua itu, walau dengan jalan meminjam. Aku meminjam sama kawanku si Reza, sebesar ongkos perjalananku.
Ah...susahnya ia pun menahanku agar tidak berangat segera. Barang kiriman hasil cardingnya sudah tiba. Dan kenapa menahanku? ia menggunakan alamatku. Sungguh menjengkelkan.

Sempat pula sebelumnya aku mengontak beberapa kawan yang ada di kota ini.
Bagaimanapun aku harus perhitungkan banyak hal yang mungkin terjadi,
bahkan untuk sekadar menginap. Tak sulit bagiku untuk bermalam dimanapun di berbagai kota. Setiap kota aku punya tempat persinggahan.

Beberapa kali aku mengontak shelma melalui ponselnya. Mati. Hanya suara mailboxnya yang terdengar. Beberapa kali aku mencoba telpon ke rumahnya,
oleh yang menerima dikatakan shelma di kantor. blar!! dimana kantornya?
Sungguh brengsek. Ketika situasi membutuhkan, aku bahkan tak tau dimana ia berada dan dimana kantornya. Ah, terlalu asyik masyuknya kami menyelaraskan isi hati sampai hal-hal sepele kayak gini terlupakan untuk ditanya. Cinta membutakan? Apa yang kualami ini, mungkin yang dimaksud.

Dengan keberangkatanku ini pula, aku harus menempuh beberapa pilihan sulit yang aku kalahkan. Si Nico, kawan yang mengajakku memulai usaha Tabloid telah berencana usai nyepi akan menemui calon investor bersama-sama dengan Bowo kawanku yang lain. Kami akan presentasi tentang kesiapan mengerjakan tabloid itu.

Sebelum aku berangkat, persiapan-persiapan kearah sana telah kami persiapkan.
Proposal penawaran, Cash Flow, Dummy dan termasuk keuntungan sebuah tabloid. Perhitungan-perhitungan dalam menyusun persiapan tabloid itu pun tak terlepas dari berbagai kemungkinan merugi, walau Nico sangat yakin bisnis ini menguntungkan. Ia begitu yakinnya karena ia didukung seorang marketing kawan lamanya yang bisa terbilang expert. Dengan keberangkatanku ini, dua kawanku itu berangkat presentasi tanpaku. Entah bagaimana hasilnya.

"Mas,..Taksi?" seseorang menyapaku. Seorang sopir taksi.

Gelagapan aku tersadar dari lamunanku di bangku biru yang ada di stasiun itu.
Seorang sopir taksi tersenyum ramah menawarkan jasa.

"O..Ngga pak. Terimakasih. Saya mau ngopi dulu."

Kutampik tawarannya sehalus mungkin agar
tidak menyinggung perasaannya. Aku ingat bahawa aku saat ini di jogja.
Menurut cerita filsafat yang pernah aku baca, karakter orang Jogja bisa di lihat melalui Blangkon yang dikenakannya, yang mempunyai gundukan di belakang.
Filosofinya, di depan mereka akan tampak halus, dan jika punya ganjalan dalam hati akan dipendam dalam hati. Entah benar atau ngga, aku ga tau pastinya.
Yang jelas, takkan ada asap tanpa api.

Kutinggalkan stasiun itu. Kakiku melangkah keseberang jalan stasiun. Disana terlihat ada sebuah wartel dan didepannya beberapa warung kopi.
Rasanya aku perlu mempersiapkan dan memikirkan banyak hal sebelum melanjutkan langkah.

Sambil menunggu kopiku disiapkan, kusempatkan kembali nelpon Shelma. Lagi-lagi mailbox. Kutelepon tiga kawan lain dan mengabarkan aku sudah disini, dua diantaranya siap menjemput. Luar biasa. Ketika semua itu sudah selesai, kulihat segelas kopi telah menantiku. Aku berusaha menikmatinya.

bersambung....

Layla Majnun:roman cinta paling populer & abadi



TIADA kisah cinta yang termashur dan abadi seperti kisah Layla-Majnun atau Qays dan Layla. Dan tidak ada kajian sebuah roman yang begitu banyak, mendalam daan terus berjalan dari generasi ke generasi seperti kajian terhadap roman cinta Qays bin al Mulawwah. Juga tiada hikayat yang memiliki demikian banyak versi, selain cinta si gila (majnun) dari marga Amir terhadap Laylanya.

Paragraf diatas, yang sengaja di tulis italic itu, adalah paragraf pertama dalam pengantar buku ini yang ditulis oleh penyadurnya, Sholeh Gymsar. Buku ini, dalam bahasa Indonesia disadur secara bebas oleh Sholeh Gymsar dan selain dalam versi bahasa indonesia, terdapat berbagai versi lain dalam bahasa yang lain pula. Diantaranya, versi bahasa Inggris oleh James Atkison yang terbit dengan judul Laili And Majnun, A Poem. Dalam bahasa Arab oleh Abu Bakar Walbiy dengan judul Qays bin Al Mulawah, Majnun Layli.Dalam bahasa Indonesia ini sendiri diterbitkan oleh penerbit Navila Jogjakarta.

***


Tersebutlah seorang anak manusia bernama Qays, putra seorang pemimpin kabilah bani Amir yang hidup dilembah Hijaz. Lembah Hijaz ini terletak antara Makkah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawarah. Qays merupakan anak semata wayang yang sangat ditunggu-tunggu kelahirannya. Ia diharapkan akan meneruskan kepemimpinan ayahnya di kabilah tersebut. Karena anak semata wayang, terlebih mengingat kelahirannya yang begitu diharapkan, pantaslah jika seluruh perhatian keluarga tercurah padanya. Sejak kelahiran Qays, Syed Omri, ayahnya itu, seolah tak ingin sekejap pun melewatkan kebahagiaan bersama putra kesayangannya. Tiap detik waktunya dimanfaatkan untuk menimang putra kesayangannya.

Menginjak usia remaja, seperti layaknya remaja lain, Qays dikirim kepada seorang guru untuk belajar padanya, dengan harapan kelak menjadi pemuda terhormat. Qays menjadi salah satu siswa yang cerkun: cerdas dan tekun. Ia dapat dengan cepat menerima pelajaran yang disampaikan gurunya.

Diantara banyak siswa yang berguru disana, tersebut pula seorang gadis manis yang wajahnya amat anggun mempesona, bertubuh laksana pohon cemara,
memiliki bola mata hitam laksana rusa dan berambut hitam, hitam tebal bergelombang --kok mirip simanja?--. Nama gadis itu bisa ditebak, Layla.

Singkat cerita, Qays terpukau pada gadis itu. Sejak menatap dan kemudian jatuh hati pada Layla, Qays punya kebiasaan baru: Melamun dan merangkai syair.

Berlalu masa, saat orang-orang meminta pertolongan padaku
Dan sekarang, adakah seorang penolong yang akan mengabarkan rahasia jiwaku pada Layla?
Wahai Layla, Cinta telah membuatku lemah tak berdaya
Seperti anak hilang, jauh dari keluarga dan tidak memiliki harta
Cinta laksana air yang menetes menimpa bebatuan
Waktu terus berlalu dan bebatuan itu akan hancur,
berserak bagai pecahan kaca
Begitulah cinta yang engkau bawa padaku
Dan kini, hatiku hancur binasa
Hingga orang-orang memanggilku si dungu yang suka merintih dan menangis
Mereka mengatakan aku tersesat
Duhai, mana mungkin cinta akan menyesatkan
Jiwa mereka sebenarnya kering, laksana dedaunan diterpa panas mentari
bagiku cinta adalah keindahan yang membuatku tak bisa memejamkan mata
Remaja manakah yang dapat selamat dari api cinta?

....p.11-12

Dan Ia tak bertepuk sebelah tangan, karena begitu pula layla yang mengungkapkan perasaannya dalam sebuah syair:

Dan semua yang tampak dari manusia adalah kebencian
Namun cinta telah memberi kekuatan pada manusia
Orang-orang yang mencemooh hubungan kita
sesungguhnya mereka tidak tahu, bahwa asmara tersimpan dalam hati.

....p.12

Namun, sekali lagi ada namun, harapan tak selalu sesuai dengan kenyataan. Oleh karena tingkah Qays (yang berlebihan?), hingga ia gila
dan membuat malu keluarga Layla, maka lahirlah sebuah penghambat yang tanpa ia sadari terlahir dari perilakunya sendiri. Cintanya dihalangi oleh keluarga Layla yang tidak terima anak gadisnya
berpasangan dengan seorang gila.

Berbagai cerita kemudian mengiringi perjalanan mereka, harapan dan peluang silih berganti hadir.
Tetap saja, dinding besar itu terlalu kuat untuk dihadang. Titik temu yang kemudian menyatukan mereka, bernama kematian.


Saturday, July 19, 2003

test


test new template...

gimana? bagus kaga......

pas setting template ini... mon ngabari di ICQ... sayangnya koneksi amburadull :(

Friday, July 18, 2003

"Aku tahu sebelum kamu tahu." Dari segitu banyaknya kalimat yang aku dengar hari ini, cuma penggalan susunan kata-kata itu yang sungguh-sungguh bikin kaget! Karena ternyata : Aku tidak mengenal kekasih ku dengan baik! Aku cuma tahu, bukan mengenal! Hm.. hubungan macam apa yah kalo kek gitu?? Hiks...